Ambon–Metro Regional id
Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Watubun, secara tegas mendesak Pangdam XV/Pattimura untuk mencopot Danramil Elat, Kabupaten Maluku Tenggara, Lettu Infanteri Nirwan Boiratan. Desakan ini muncul menyusul insiden dugaan pemukulan terhadap seorang tokoh pemuda di Desa Mataholat, Kecamatan Kei Besar Selatan.
“Tindakannya tidak mencerminkan prajurit, tapi preman. Ini tidak terpuji dan melanggar sumpah prajurit,” kata Watubun, Selasa (8/7/2025).
Peristiwa yang memicu polemik ini diduga terjadi pada Sabtu malam (5/7/2025). Korban, Jheper Ingratubun tokoh pemuda setempat mengaku menjadi korban kekerasan fisik dan verbal oleh Danramil Elat. Kesaksian Ingratubun yang disampaikan dalam sebuah video berdurasi 3 menit 38 detik telah beredar di media sosial, termasuk Facebook dan Tiktok.
Sebagai putra daerah asal Kei, Watubun menilai tindakan tersebut sangat mencoreng nama baik institusi TNI di mata masyarakat. Ia menekankan pentingnya etika dan moral dalam setiap gerak prajurit di lapangan.
“Prajurit itu lahir karena rakyat. Mereka disebut tentara rakyat. Maka marwah institusi harus dijaga. Copot mental prajurit yang tak bermoral dan beretika,” tegas Watubun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kodam XV/Pattimura terkait desakan pencopotan Danramil maupun klarifikasi atas dugaan insiden kekerasan tersebut. (MR)

