Ambon–Metro Regional id
Menjelang Natal dan Tahun Baru mulai terasa di Maluku,Di Pelabuhan Ambon, riuh persiapan tampak di mana-mana, dan ASDP Cabang Ambon sudah masuk “mode siaga penuh”. General Manager ASDP Ambon, Syamsudin Tanassy, memastikan seluruh kapal, dermaga, hingga posko lapangan berdiri siap menyambut ribuan pemudik yang akan bergerak menuju Ambon, Seram, Buru, hingga Maluku Tenggara.
“Sebelas kapal kami turunkan tahun ini. Delapan melayani Ambon, Seram, dan Buru. Tiga lainnya standby penuh di Maluku Tenggara,” ujar Syamsudin,Selasa (03/12/2025).
Armada Besar Mulai Turun ke Laut
Di wilayah Maluku Tenggara, tiga kapal utama—KMP Tanjung,KMP Madlahar, KMP Temi, dan KMP Lobster bersiap mengisi rute-rute vital seperti Tual–Tayandu, Tual–Kaimana, hingga Kur–Kesui. Sementara di Ambon dan Seram, nama-nama andalan seperti KMP Samandar, Waai- Umi Putih- Nalahia-Masohi kembali disiapkan untuk menjadi tulang punggung arus mudik dan distribusi logistik.
Dari 26 lintasan yang dikelola ASDP, dua tetap menjadi “pusat panas” setiap musim Nataru: Hunimua–Waipirit dan Galala–Namlea. Khusus Namlea, ASDP menurunkan KMP Wayangan dan Tatiu. Untuk Hunimua–Waipirit, mereka menggelar “armada berat”: KMP Terubuk, Inalika, Rokat Tenda, Erana, ditambah tiga kapal mitra Panca Karya, Sardinela, Badal Leon, dan Tanjung Kuako.
“KMP Terubuk sudah selesai undocking dan siap mengangkut penumpang minggu kedua Desember. Tanjung Kuako juga masuk lintasan pertengahan bulan ini,” kata Syamsudin,
Puncak Lonjakan Diprediksi Meledak di H-2 Natal
Koordinasi lintas instansi menunjukkan gelombang mudik tahun ini akan jauh lebih besar. Lonjakan diprediksi menggila: sepeda motor naik 14%, truk 11%, penumpang 6%, dan mobil serta bus juga naik 6%.
“Puncaknya H-2 Natal untuk Rute Hunimua–Waipirit pasti padat sekali. Kami siapkan enam kapal jalan bersamaan,” tegasnya. Kendaraan logistik menjadi perhatian khusus. “Kalau truk dibatasi, Seram bisa kekurangan pasokan. Tidak boleh sampai terjadi.”
Mulai minggu ketiga Desember, armada di rute Haruku-Kailolo juga akan dialihkan untuk memperkuat jalur menuju Saparua. “Saparua akan meledak penumpangnya. Armada harus fokus ke sana,” ujar Syamsudin.
Cuaca Buruk Disikapi dengan Sistem Tutup–Buka
Masuk musim angin barat daya, gelombang tinggi sudah diantisipasi. Kapal-kapal ramp check, tapi keputusan tetap berpijak pada keselamatan.
“Kalau ombak tinggi, keberangkatan kami tunda. Begitu aman, kapal langsung jalan Sistemnya tutup buka Mohon pemudik bersabar,” jelasnya.
ASDP juga mengaktifkan posko terpadu di Pelabuhan Hunimua bersama Dishub, BMKG, SAR, BPTD, hingga polisi untuk merespons cepat segala situasi.
Tiket Manual Dihapus: Pesan dari Rumah
Satu imbauan penting ditekankan berulang kali: jangan ke pelabuhan tanpa tiket.
“Gunakan tiket online di tripkrigi.com. Beli dari rumah saja. Lebih aman dan tidak antre,” kata Syamsudin.
Ia menegaskan seluruh fasilitas pelabuhan termasuk dermaga dan jembatan timbang yang baru sudah siap melayani ribuan pemudik sepanjang Desember.
Dengan 11 kapal siaga penuh dan strategi padat yang telah disusun, ASDP berharap arus mudik Nataru tahun ini bisa berjalan lebih lancar, lebih aman, dan lebih tertib bagi masyarakat Maluku.(MR)

